Shalat Id di Rumah Ternyata Simple dan Mudah

Setelah Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita hidayah untuk beribadah dan meraih berbagai keutamaan di bulan Ramadhan dan juga di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka sebagai bentuk syukur kepada Allah kita melaksanakan shalat Id.

Shalat Id, disebutkan juga shalat 'Idain (dua hari raya), karena di lakukan di hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Shalat Id adalah ibadah yang agung dan merupakan syi'ar Islam yang besar, sehingga Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan kita semua untuk keluar menghadirinya.

Shalat Id pada asalnya dilakukan di lapangan luas. Namun ketika ada udzur dan ada kesulitan untuk mengerjakannya di lapangan, seperti sedang sakit, terlewat, atau adanya wabah seperti wabah Covid-19 saat ini, maka para ulama membolehkan shalat Id dilakukan di rumah

Bisa jadi mayoritas dari kita belum mengetahui perihal shalat id di rumah, sehingga tatkala mendengar himbauan shalat Id di rumah, manjadi bingung. Tidak perlu susah dan bingung tentang shalat Id di rumah. Karena shalat Id di rumah ternyata simple dan mudah. Barangkali poin-poin berikut ini membuat jadi lebih mudah dan longgar:

  • Shalat Id di rumah boleh dikerjakan sendirian, boleh juga berjama'ah. Kalau bingung bagaimana cara berjama'ah, ya sudah sendiri-sendiri saja.
  • Takbir tambahan atau takbir zawaid dalam shalat Id itu hukumnya sunnah, tidak wajib dan tidak membatalkan shalat jika ditinggalkan. Kalau tidak tahu atau bingung bagaimana takbir tambahan, ya sudah tidak dikerjakan tidak apa-apa.
  • Yang rajih, shalat Id di rumah tidak perlu ada khutbah. Sebagaimana praktek Anas bin Malik radhiallahu'anhu. Jadi tidak perlu pusing memikirkan mau khutbah apa dan tidak perlu nervous karena diminta khutbah di rumah.
  • Bacaan Al Qur'annya boleh surat apa saja, pendek boleh, panjang juga boleh.
  • Jadi andaikan orang shalat Id sendirian, dua rakaat, tanpa takbir tambahan, caranya sama seperti shalat-shalat yang lain, itu sudah SAH.

Tapi, kalau ingin lebih sempurna, memang ada perkara-perkara sunnah yang perlu dipelajari dengan rinci. Bisa baca buku atau artikel-artikel yang sudah ditulis oleh para ustadz.

Agama itu mudah. Walhamdulillah.

Sampaikan hal ini kepada orang tua, orang-orang kampung, pakdhe-budhe, simbah-simbah, dan karib kerabat. Supaya mereka tidak bingung dan tidak merasa sulit.

Wallahu a'lam.