Tips Sederhana Umroh Bersama Balita

Tips Sederhana Umroh Bersama Balita

Ibadah Umroh adalah impian setiap orang beriman, apalagi jika menjalaninya bersama keluarga tercinta. Sungguh membahagiakan bisa umroh bersama keluarga besar. Beribadah dan bermunajat langsung di Baitullah. Menunaikan Tawaf, Sa’i, sampai Tahallul ditemani istri atau suami serta putera-puteri tercinta.

Namun tak jarang ada pasangan suami istri yang ingin umroh namun terkendala karena masih memiliki putra-putri yang masih balita. Sehingga sebagian dari mereka ada yang memilih menunda keberangkatan beberapa tahun mendatang, ada juga yang terpaksa meninggalkan putra putri mereka yang masih balita dan dititipkan ke karib kerabatnya. Jika kita ada di posisi mereka, tidakkah terlintas di benak kita untuk membawa serta putra-putri kita yang masih balita untuk umroh? Wow, Umroh bersama balita? apa tidak merepotkan tuh?  Nah Umroh Madani insya Allah punya tipsnya agar tidak ragu lagi mengajak anak pergi umroh.

1. Berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta'ala

Sudah sepatutnya yang pertama kali dilakukan oleh setiap muslim ketika memiliki hajat adalah berdo’a kepada Allah azza wa jalla di waktu-waktu yang mustajab semisal berdo’a diantara adzan dan iqamah, karena tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali atas kehendak dan ijin dari Allah azza wa jalla. Karenanya berdo’a memohon agar diberikan kelancaran, kemudahan, kesehatan selama umroh mutlak harus dilakukan.

2. Memeriksakan dan menjaga kesehatan anak

Anak ketika kurang fit biasanya akan rewel, karenanya kesiapan fisik anak untuk melakukan ibadah umrah juga harus diperhatikan. Sebelum berangkat, sebaiknya cek kesehatan si kecil ke dokter anak. Jangan lupa untuk memberinya multivitamin sesuai dengan anjuran dokter.

3. Pilih waktu keberangkatan yang tepat

Arab Saudi memiliki iklim yang sangat berbeda dengan tanah air. Disana terdapat dua musim yakni musim panas yang suhunya bisa mencapai 45 derajat celcius, dan juga musim dingin yang suhunya bisa melebihi minus 3 derajat. Musim panas di tanah suci biasa terjadi pada bulan Maret hingga Agustus. Sedangkan musim dinginnya berlangsung di antara September hingga Februari.

Untuk menyikapi hal itu, jika hendak umroh bersama balita, pilihlah bulan Maret hingga Mei, karena cuaca di Arab Saudi tidaklah terlalu panas ataupun dingin. Pada pagi hari di antara bulan tersebut tidak terlalu panas, sedangkan malam hari di bulan – bulan tersebut tidak terlalu dingin. Sehingga diharapkan tubuh anak bisa lebih beradaptasi dengan perbedaan iklim di arab saudi dengan tanah air. 

4. Mempersiapkan perlengkapan anak

Selain persiapan kelengkapan dokumen seperti paspor. Perlengkapan penting lainnya yang tidak boleh dilupakan bagi anak seperti baju yang nyaman dipakai, diapers, perlengkapan makan minum terlebih jika si anak masih dalam masa MPASI maka tentunya harus membawa perlengkapan makan sendiri dari rumah.

Selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah mainan yang disenangi si anak agar tidak rewel ketika kebosanan melanda. Jika memungkinkan Bawa juga stroller agar tidak terlalu lelah menggendongnya, terlebih saat ini ada stroller yang bisa dilipat seukuran koper kecil ukuran 18 inch. Jika tidak mungkin bisa digantikan dengan baby carrier backpack atau gendongan bayi di punggung.

Perlengkapan yang cukup penting lainnya adalah baby strap atau gelang tali pengaman yang dipasangkan ke tangan anak sehingga ketika kita shalat di masjidil haram tidak perlu khawatir anak akan terpisah dari kita

5. Perhatikan Penerbangan, Pilih yang direct flight

Durasi terbang dari Indonesia langsung ke Arab Saudi cukup lama, sekitar 9 jam. Oleh karena itu, HANYA pilihlah paket umroh yang menggunakan penerbangan dari tanah air langsung Arab Saudi, misalnya umroh dari Surabaya langsung Madinah. Karena jika penerbangan transit, sudah pasti lama perjalanan akan memakan waktu lebih lama yang dikhawatirkan anak akan letih dan mudah rewel.

6. Perhatikan jarak hotel ke masjid

Nah, satu hal yang paling penting adalah jarak antara penginapan dengan masjid. Pastikan travel umroh memilih hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan masjidil haram. sehingga tidak perlu berjalan jauh jika ingin sholat disana.



7. Manajemen pengawasan Anak

Terakhir, jika seluruh rangkaian ibadah umroh telah selesai hinggal tahallul. Maka di hari-hari yang lain, perlu dibuat jadwal secara bergantian untuk menjaga anak. Misalnya, suami atau istri secara bergantian menjaga anak di hotel dan salah satunya bisa pergi ke masjid untuk sholat dan mengaji.

Itulah beberapa tips sederhana dari kami. Insya Allah membawa buah hati beribadah umroh bukan hal yang mustahil. Walapun memang lebih repot insya Allah itu akan menjadi perjalanan ibadah yang istimewa dan sangat berkesan. Amin.

Bagaimana? Apa sudah ada rencana umroh bersama balita anda? segera Hubungi Kami atau di WA 082244694601 dan undang kami ke tempat anda jika anda ingin berkonsultasi dengan kami.